Showing posts with label politik. Show all posts
Showing posts with label politik. Show all posts

Tuesday, 4 December 2012

Politik dan Media


A.    Pendahuluan

Pengertian Politik
Secara etimologis, politik berasal dari kata Yunani. Yaitu, Polis yang berarti Kota atau Negara Kota. Kemudian arti itu berkembang menjadi Polites yang berarti Warganegara, Politeia yang berarti semua yang berhubungan dengan negara, Politika yang berarti pemerintahan negara, dan Politikos yang berarti kewarganegaraan.
Aristoteles dapat dianggap sebagai orang pertama yang memperkenalkan kata politik melalui pengamatannya tentang manusia yang ia sebut zoon politikon. Dengan istilah itu ia ingin menjelaskan bahwa hakikat kehidupan sosial adalah politik dan interaksi antara dua orang atau lebih sudah pasti akan melibatkan hubungan politik. Aristoteles melihat politik sebagai kecenderungan alami dan tidak dapat dihindari manusia, misalnya ketika ia mencoba untuk menentukan posisinya dalam masyarakat, ketika ia berusaha meraih kesejahteraan pribadi, dan ketika ia berupaya memengaruhi orang lain agar menerima pandangannya.

Friday, 6 April 2012

Hubungan Antara Perusahaan Multinasional, Globalisasi, dan Kejahatan Terorganisir


Yakuza, Jepang
1.  Definisi Konsep
1.1.  Globalisasi
Menurut asal katanya, kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Achmad Suparman menyatakanGlobalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat.

Sunday, 1 April 2012

Memahami Korupsi Indonesia


Korupsi jelas dipandang sebagai suatu persoalan masyarakat bagi banyak disiplin ilmu. Ini bukan berarti pengetahuan yang telah dihasilkan dapat memberikan pemahaman agak komprehensif. Keterbatasannya terletak pada masing-masing disiplin ilmu maupun sebagai suatu pendekatan yang multidisipliner jika berbagai disiplin ilmu tadi digabungkan dalam menganalisa korupsi. 

Pada persoalan yang pertama, setiap disiplin ilmu baru memberikan pengetahuan tentang korupsi dari aspek yang terbatas. Setiap perspektif mempunyai definisi, lingkup, isu pokok, dan konsep-konsep utama. Perspektif kultural berpegang pada pandangan bahwa korupsi atau tidak suatu tindakan tergantung pada pemberian makna oleh masyarakatnya. Pendekatan ini paling kritis dalam menilai definisi yang baku tentang korupsi yang berdasar pada definisi legal dimana korupsi merupakan pelanggaran atas aturan formal. 

Friday, 23 September 2011

Resensi Buku: The Ghost: Sang Penulis Bayangan, oleh Robert Harris

Spesifikasi Buku
Penerbit : PT. Gramedia
Pengarang : Robert Harris
Jumlah Halaman : 320 halaman
Ukuran : 15 x 23 cm
Tahun Terbit : Nopember 2008
Genre : Novel, Politik
Bahasa : Indonesia
ISBN : 978-979-22-4134-1; 40208057
Pratinjau : di Google Book (klik di sini)

Tuesday, 20 September 2011

Hubungan dan Perbedaan Kebijakan dan Pelayanan


Definisi Kebijakan dan Pelayanan
Kebijakan adalah rangkaian konsep dan asas yang menjadi pedoman dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak. Istilah ini dapat diterapkan pada pemerintahan,organisasi dan kelompok sektor swasta, serta individu. Kebijakan berbeda dengan peraturan dan hukum. Jika hukum dapat memaksakan atau melarang suatu perilaku (misalnya suatu hukum yang mengharuskan pembayaran pajak penghasilan), kebijakan hanya menjadi pedoman tindakan yang paling mungkin memperoleh hasil yang diinginkan.
Kebijakan atau kajian kebijakan dapat pula merujuk pada proses pembuatan keputusan-keputusan penting organisasi, termasuk identifikasi berbagai alternatif seperti prioritas program atau pengeluaran, dan pemilihannya berdasarkan dampaknya. Kebijakan juga dapat diartikan sebagai mekanisme politis, manajemen, finansial, atau administratif untuk mencapai suatu tujuan eksplisit.

Tuesday, 2 August 2011

Sejarah Gerakan Perempuan Indonesia Sebelum Kemerdekaan

Politik Etis Adalah Pedang Bermata Dua
      Pada awalnya ia dimaksudkan untuk meninggikan daya beli rakyat Hindia Belanda, serta menghasilkan buruh-buruh murah dan birokrat rendahan yang cukup terdidik dari rakyat tanah jajahan. Ternyata, pembukaan sekolah-sekolah belanda untuk elite pribumi dan para ningrat kelas dua seperti Soekarno, menghasilkan sekumpulan orang-orang muda berpendidikan barat yang nantinya akan menjadi tulang punggung gerakan pembebasan nasional.

      Perkebunan dan sawah-sawah lalu disirami dengan air dari bendungan irigasi yang dibangun oleh penjajah belanda. Para pemuda kitapun berbondong-bondong memasuki sekolah rakyat, HIS, MULO dan HBS, hingga sekolah dokter (STOVIA), dan sekolah guru (kweekschool). Pencerahan datang. Buku-buku berbahasa belanda dan Inggris membuka mata dan hati tenntang perjuangan pembebasan nasional diseluruh negeri dibumi ini. Pencerahan menggugat orang-orang muda untuk berkumpul, bicara, berdiskusi dan menentukan. Lahirlah organisasi. Berdiri Budi Utomo, 1908.

Monday, 1 August 2011

Apakah pada tanggal 17-08-45 Indonesia benar2 sudah merdeka ?

Hari ini tepat 65 tahun Indonesia merdeka.
Tapi, apakah kalian yakin kalau 65 tahun yang lalu itu Indonesia sudah benar2 merdeka ?
Bukankah setelah proklamasi itu Indonesia masih tetap di serang oleh Belanda ?
Lagi pula Indonesia merdeka pada saat itu karena di paksa oleh para pemuda karna mendengar kabar Jepang menyerah terhadap sekutu.
Apakah hal yang terburu2 itu bisa disebut dengan merdeka ?
Bukankah arti merdeka itu adalah terbebas dari jajahan ?

Peran Individu Sebagai Agen Perubahan

       Menurut Sztompka, actor individual dapat dibagi menjadi tiga tipe. Pertama, rakyat biasa,orang yang hidup biasa-biasa saja, makan, minum, dan tidur seperti biasa. Yang kedua, adalah individu yang memiliki kualitas pribadi yang khas (pengetahuan, kecakapan, bakat, keterampilan, kekuatan fisik, kecerdikan, ataupun kharisma), bertindak mewakili orang lain, atau atas nama mereka, atau untuk kepentingan mereka, seperti, nabi, pemimpin, ideology, kepala suku, dan lain-lain. Tipe ketiga adalah orang yang memiliki posisi luar biasa karena mendapat hak istimewa tertentu. Peran mereka memungkinkan tindakan yang mempengaruhi orang lain, menentukan nasib orang lain (keputusan yang dibuatnya mengikat orang lain). Tipe ketiga ini adalah raja, dictator, anggota badan legislating, manejer, dll.Ketiga tipe tersebut, actor individual memilikin kontribusi sendiri sebagai agen perubahan dalam perubahan social. Namun dari ketiga tipologi tersebut, yang memiliki kontribusi paling besar adalah tipe yang kedua dan ketiga, yaitu orang yang memiliki kualitas pribadi yang khas dan orang yang memiliki posisi luar biasa.       Orang yang memiliki kualitas pribadi yang khas memiliki kontribusi dalam bidang pengetahuan maupun pembentukan dalam bidang lainnya. Seperti Copernicus yang telah merevolusioner ilmu, agama, maupun cara berpikir setelah penemuan astronominya, Columbus yang telah menemukan benua amerika, yang kini menjadi pusat peradaban dunia, James watt melalui penemuan prinsip mesin uap-nya telah merubah secara dramatis peradaban manusia yang mengikuti penemuannya, dan masih banyak lagi actor, yang memiliki kualitas khusus, yang memberikan kontribusinya dalam perubahan (meskipun biasanya mereka tidak menyadari akan terjadi perubahan yang besar akibat penemuannya).
       Kemudian, adalah yang memiliki posisi luar biasa, yang memiliki kontribusi besar dalam perubahan social. Orang yang berada di tipe ini, dapat mempengaruhi perubahan social melalui keputusan-keputusan, atau kebijakan-kebijakannya, seperti membentuk cara-cara baru dalam hal berdagang, cara masyarakat memperoleh keadilan (melalui pengadilan), yang keputusannya harus diikuti oleh masyarakat luas (biasanya secara ‘memaksa’). Keputusan mereka dapat berakibat sangat besar, seperti yang dilakukan oleh Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudoyono, dalam keputusannya menaikkan harga BBM. Keputusannya dapat berpengaruh di semua aspek kehidupan masyarakat, terutama rakyat kecil. Kenaikan harga BBM juga dapat memicu kenaikan harga bahan pokok yang lainnya. Tentu saja hal ini akan membuat para rakyat kecil semakin susah untuk memenuhi kehidupan mereka sehari-hari, karena semakin mahalnya kebutuhan hidup.

Ketimpangan Ekonomi di Dunia Ketiga

Pertumbuhan ekonomi di dunia ketiga sering tidak diikuti oleh pola pemerataan ekonomi yang baik. Karena pertumbuhan ekonomi di dunia ketiga, sering terjadi ketimpangan ekonomi. Meskipun menurut statistic pemerintah telah terjadi pertumbuhan ekonomi yang baik, namun tetap saja masih banya rakyat yang serba kekurangan. Hal ini dikarenakan kesejahteraan atau kemajuan yang tercapai tersebut hanya terjadi pada penduduk yang sudah kaya, sedangkan penduduk yang masih miskin tetap pada kemiskinannya. Akibatnya penduduk yang masih tertinggal tersebut harus membayar biaya-biaya social untuk mendapatkan kebahagiaannya. Biaya-biaya social itu berupa mahalnya kebutuhan hidup yang harus mereka dapatkan dikarenakan, semakin banyak pertumbuhan penduduk, maka semakin banyak juga kebutuhan akan bahan pokok. Sehingga menyebabkan semakin langkanya kebutuhan tersebut. Selain itu juga biaya social yang harus dibayar adalah berupa fasilitas-fasilitas seperti sekolah juga semakin mahal. Semakin tinggi kualitas sekolah, semakin mahal juga biaya sekolahnya. Sehingga yang bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas hanya lah mereka yang kaya. Sedangkan rakyat yang miskin hanya mendapatkan pendidikan yang berkualitas rendah.

Link Within

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Ads

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Lady Gaga, Salman Khan