Showing posts with label ekonomi. Show all posts
Showing posts with label ekonomi. Show all posts

Sunday, 1 April 2012

Memahami Korupsi Indonesia


Korupsi jelas dipandang sebagai suatu persoalan masyarakat bagi banyak disiplin ilmu. Ini bukan berarti pengetahuan yang telah dihasilkan dapat memberikan pemahaman agak komprehensif. Keterbatasannya terletak pada masing-masing disiplin ilmu maupun sebagai suatu pendekatan yang multidisipliner jika berbagai disiplin ilmu tadi digabungkan dalam menganalisa korupsi. 

Pada persoalan yang pertama, setiap disiplin ilmu baru memberikan pengetahuan tentang korupsi dari aspek yang terbatas. Setiap perspektif mempunyai definisi, lingkup, isu pokok, dan konsep-konsep utama. Perspektif kultural berpegang pada pandangan bahwa korupsi atau tidak suatu tindakan tergantung pada pemberian makna oleh masyarakatnya. Pendekatan ini paling kritis dalam menilai definisi yang baku tentang korupsi yang berdasar pada definisi legal dimana korupsi merupakan pelanggaran atas aturan formal. 

Tuesday, 1 November 2011

Jadilah Sukses (Bagian 1)

Siapa sih yang tidak ingin sukses? Semua orang pasti bermimpi untuk menjadi orang yang sukses. Berbagai cara telah ditempuh orang untuk mencapai kesuksesan. Baik itu cara yang benar, maupun salah. Yang penting menurut mereka, mereka haruslah sukses dan kaya. Tapi pernahkah kalian berfikir "apakah sebenarnya kesuksesan itu?".
    Terkadang banyak orang salah mendefinisikan kesuksesan itu dengan menjadi 'orang kaya'. Padahal sebenarnya menjadi sukses itu bukan hanya sekedar tentang menjadi orang kaya. Namun lebih dari itu, Kesuksesan adalah kondisi di mana seseorang telah mencapai apa yang selalu diinginkannya, diimpikannya, atau diharapkannya, baik itu dari segi materi maupun dari segi psikologis-nya.
        Ada orang yang seumur hidupnya didedikasikan untuk mencari uang. Namun juga ada orang yang mencari kebahagiaan tanpa harus mempedulikan penghasilannya. Tapi sebenarnya kesuksesan adalah sesuatu kondisi di mana seseorang tersebut telah mencapai titik di mana dia telah merasa mendapatkan apa yang sangat diinginkannya, sangat didambakannya, sehingga dia merasa sangat bahagia telah mencapai-nya.

Wednesday, 28 September 2011

Apa Itu Social Marketing (Pemasaran Sosial) ?

Menurut  Nedra Kline Weinrech, Teknik pemasaran saat ini tidak lagi memfokus utamakan kepada keuntungan yang diperoleh dari penjualan tersebut,  melainkan memfokuskan kepada apa yang konsumen butuhkan dan inginkan dari produk yang diproduksi oleh produsen. Itulah yang dinamakan dengan Pemasaran Sosial.
Pemasaran sosiasl untuk pertamakali dijadikan suatu disiplin pada tahun 1970 oleh Philip Kotler dan Gerald Zaltman. Mereka menyadari bahwa prinsip-prinsip pemasaran yang digunakan untuk menjual produk kepada konsumen dapat pula digunakan untuk menjual ide, sikap, dan prilaku. Kotler dan Andreasen mendefinisikan Pemasaran Sosial sebagai berikut; “berbeda dari daerah pemasaran yang lain, yang hanya menekankan pada tujuan pemasar dan organisasinya. Pemasaran Sosial berusaha untuk mempengaruhi prilaku social tidak untuk keuntungan pemasar, tapi untuk menguntungkan konsumen dan masyarakat umum”.

Wednesday, 10 August 2011

Resensi Buku Outliers (2008) oleh Malcom Gladwell : The Story of Success


Spesifikasi Buku
Judul : Outliers: The Story of Succes
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Pengarang : Malcom Gladwell
Jumlah Halaman : 352 halaman
Ukuran : 135 x 200 mm
Tahun Terbit : Maret 2009
Genre : Pengembangan Diri
Bahasa : Indonesia
ISBN : 978-979-22xxx
Pratinjau : di Google Book (klik di sini)

Monday, 8 August 2011

Mahasiswa Tidak Lagi Kuliah Karena Pendidikan

      Waktu itu saya pernah di tanya oleh adik tingkat saya yang baru saja masuk di Universitas saya. Dia bertanya, "Kak, prospek kerja jurusan kita apa ya?". Saya dengan gampang menjawab "saya tidak tahu". Jujur saja, saya kuliah bukan karena ingin mencari kerja, atau sengaja mengambil jurusan saya saat ini sebagai batu loncatan saya dalam mencari kerja. Saya kuliah karena saya ingin kuliah. Hanya ingin mencari pengalaman.
      Banyak orang beranggapan bahwa kuliah itu semacam alat untuk mempermudah mereka dalam mencari pekerjaan, agar mereka bisa mengalahkan mereka yang tidak kuliah. Hal semacam itu memang tidak dapat disalahkan. Karena memang banyak perusahaan saat ini menggunakan standar pendidikan, yang bahkan minimal S1. Tentu saja orang berbondong-bondong untuk kuliah karena mengejar pekerjaan, karena takut tidak bisa bersaing dengan mereka yang telah berpendidikan lebih tinggi.
      Pada akhirnya pendidikan hanya sebagai alat untuk mempermudah mereka saja, tanpa memahami makna dan manfaat sebenarnya dari pendidikan tersebut. Padahal pada zaman dahulu, saat pendidikan sangat susah untuk diperoleh, pendidikan merupakan sarana untuk mendapatkan ilmu. Orang-orang berusaha untuk mendapatkan pendidikan agar tidak tertinggal, dari mereka yang telah mendahului mereka dalam mendapatkan pendidikan.
    

Monday, 1 August 2011

Masalah Sampah Bandung

      Pertumubuhan penduduk di kota kini semakin sulit terbendung. Berbagai masalah yang diakibatkan oleh pertumbuhan penduduk yang memadati kota-kota bersar. Salah satunya sampah. Semakin banyak penduduk, maka akan semakin banyak pula konsumsi akan suatu barang atau produk.
      Konsumsi produk kebutuhan sehari-hari mau tidak mau menghasilkan sisa-sisa produk, yaitu sampah. Bukan hanya sampah alam dan sampah rumah tangga, sampah sejenis sampah rumah tangga dan sampah spesifik juga tidak tertangani dengan baik. Kapasitas sampah rumah tangga yang dihasilkan semakin meningkat, baik jumlah maupun ragamnya. Meski begitu, pengelolaan sampah selama ini masih belum memadai dan cara pengolahannya pun belum profesional. Mau tidak mau, hal ini menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Jika tidak dibarengi dengan fasilitas pengolahan sampah atau tempat pembuangan sampah yang memadai, maka akan menyebabkan penumpukan sampah di dalam kota, baik itu di pasar-pasar, pinggir jalan, dan sungai. Tentu saja hal itu akan

Ketimpangan Ekonomi di Dunia Ketiga

Pertumbuhan ekonomi di dunia ketiga sering tidak diikuti oleh pola pemerataan ekonomi yang baik. Karena pertumbuhan ekonomi di dunia ketiga, sering terjadi ketimpangan ekonomi. Meskipun menurut statistic pemerintah telah terjadi pertumbuhan ekonomi yang baik, namun tetap saja masih banya rakyat yang serba kekurangan. Hal ini dikarenakan kesejahteraan atau kemajuan yang tercapai tersebut hanya terjadi pada penduduk yang sudah kaya, sedangkan penduduk yang masih miskin tetap pada kemiskinannya. Akibatnya penduduk yang masih tertinggal tersebut harus membayar biaya-biaya social untuk mendapatkan kebahagiaannya. Biaya-biaya social itu berupa mahalnya kebutuhan hidup yang harus mereka dapatkan dikarenakan, semakin banyak pertumbuhan penduduk, maka semakin banyak juga kebutuhan akan bahan pokok. Sehingga menyebabkan semakin langkanya kebutuhan tersebut. Selain itu juga biaya social yang harus dibayar adalah berupa fasilitas-fasilitas seperti sekolah juga semakin mahal. Semakin tinggi kualitas sekolah, semakin mahal juga biaya sekolahnya. Sehingga yang bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas hanya lah mereka yang kaya. Sedangkan rakyat yang miskin hanya mendapatkan pendidikan yang berkualitas rendah.

Link Within

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Ads

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Lady Gaga, Salman Khan